Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain-Lain. Tampilkan semua postingan

Aku Di Mana...?

Ada yang berlisan bijak, tapi tak memberi teladan..
Ada pezina, yang tampil jadi figur..
Ada yang punya ilmu, tapi tidak paham..
Ada yang paham, tapi tidak menjalankan..
Ada yang pintar, tapi membodohi..
Ada yang bodoh, tapi tak tahu diri..
Ada yang beragama, tapi tidak berakhlak..
Ada yang berakhlak, tapi tidak ber-Tuhan..
Lalu, diantara semua itu.. aku ada dimana?!


Aku khawatir terhadap suatu masa yang rodanya dapat menggilas keimanan.
Keyakinan tinggal pemikiran, yang tidak berbekas pada perbuatan.
Banyak orang baik, tapi tidka berakal..
Ada orang berakal, tapi tidak beriman..
Ada yang berlidah fasih, tapi berhati lalai..
Ada yang khusyuk, tapi sibuk dalam kesendirian..
Ada yang ahli ibadah, tapi mewarisi kesombongan iblis..
Ada yang ahli maksiat, tapi rendah hati bagaikan sufi..
Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan..
Ada yang banyak menangis karena kufur nikmat..
Ada yang murah senyum, tapi hatinya mengumpat..
Ada yang berhati tulus, tapi wajahnya cemberut..

Dibayar dengan Senyum



Ahlajir adalah pasar yang ramai di tengah kota. Banyak pedagang yang berjualan di sana. diantaranya tuan Dakhir yang menjajakan buah-buahan, namun sayangnya, kedai buah tuan Dakhir selalu sepi. jarang dikunjungi pembeli. Sebab tuan Dakhir dan istrinya sering melayani pembeli dengan kasar.

"Mana ada harga kurma semurah itu?" cibir tuan Dakhir ketika ada pengunjung yang menawar.

"Jangan bandingkan dengan kedai lain,dong! kalau begitu beli saja dikedai lain!" timpal sang istri.

Suatu hari di siang terik, datanglah seorang bocah pengemis ke kedai Tuan Dakhir  yang sepi. Tuan dan Nyonya Dakhir menghardik,"kedai kami tidak melayani sumbangan! pergilah jauh-jauh!"

"Maaf Tuan,Nyonya,saya tak bermaksud mengemis."
"Lantas apa maumu?"
"Untuk apa?"
 apel itu, tetapi saya tak punya uang sepersenpun!"

"Enak saja, kau harus membayarnya!" Sungut Tuan Dakhirbentar bocah pengemis itu berfikir.
"Baiklah, akan saya bayar apel itu dengan senyuman,"
"Dengan senyuman? apa kau sudah gila? mana mungkin sebutir apel yang mahal dibayar dengan senyuman? sudah sana, pergilaj!" marah nyonya Dakhir.

Bocah pengemis itu tetap pada pendiriannya. Dia bersikeras  hendak membayar apel tersebut. Akhirnya tuan dan nyonya dakhir membiarkan anak itu duduk di sudut kios. Dia tersenyum ramah pada semua pengunjung yang melintas.

"kenapa kau tersenyum nak?" tanya seorang ibu heran.

"aku sedang menikmati hari yang cerah ini, nyonya. melihat matahari bersinar, pasar yang ramai, dan buah-buahan segar yang mengundang selera."

Wanita itu tertegun. Kemudian menatap buah-buahan yang terpajang di kedai buah tuan Dakhir.

"Hmm..betul juga,ya. Disiang terik seperti ini memang enak menyantap buah-buahan?" si nyonyapun akhirnya membeli apel dan pir.

Beberapa saat kemudian, kedai tuan Dakhir ramai dikunjungi pembeli.Mereka tertarik pada senyum si bocah pengemis, lalu tak lupa membeli sekantung buah-buahan. Dagangan tuan Dakhirpun laris. Taun dan Nyonya Dakhir merasa heran.

Menjelang sore, Tuan dan Nyonya Dakhir bersiap menutup kiosnya. si bocah pengemispun siap berkemas pulang.
"Hei ,tunggu!" tegur Tuan Dakhir.
"Ini sebutir apel untukmu, untuk membayar senyummu yang telah membuat daganganku laku!"
"Oh tidak usah, tuan!" Apel itu akan habis kumakan. Karena itu bayar saja dengan senyuman!" ujar si bocah pengemis sambil berlalu.Tuan dan nyonya Dakhir saling berpandangan.
Sejak saat itu bocah pengemis tak pernah lagi menampakan diri. Padahal tuan dan nyonya Dakhir merasa berhutang budi, mereka ingin sekali berterima kasih. Tetapi mereka ingat selalu pesan si bocah, " bayar saja dengan senyuman!"

Akhirnya kini tuan dan nyonya Dakhir selalu tersenyum tulus dan ramah pada siapa saja. Kini kedainya banyak dikunjungi pembeli karena keramahan mereka.

Menikmati Puasa

Ramadhan tahun ini , sama dengan tahun-tahun sebelumnya, adanya perbedaan waktu awal puasa, dan rakyat dihimbau untuk silakan memilih yang mereka yakini, tanpa menjelek-jelekkan  apa yg sudah dipilihnya.
semoga.. kita bisa khusus menikmati puasa tahun ini dengan lebih iklas, lebih sabar, lebih khusuk, dan gong nya adalah mendapatkan lailatul Qodar dan kembali fitrah menjadi insan yang jauh lebih baik dari sebelumnya, aamiin...
Ganbate yala.. ^_^

 Bagi semua teman yang menjalankan puasa tahun ini, tetaplah jaga stamina karna cuaca yg kacau bisa menjadikan fisik kita tidak fit, dan akhirnya bisa mengganggu aktifitas kita. soo... tetep jaga pola makan, istirahat secukupnya, ga perlu begadang-begadang lah... yukkk raih pahala sebanyak-banyaknya :)